Follow by Email

Minggu, 20 Maret 2011

Sekilas Pandang Tentang Tanaman Jambu Mete

Jambu mete (anacardium occidentale I) merupakan komoditi pengembangan di Indonesia. Tetapi karena manfaat gandanya semakin banyak diminati, sehingga perluasan budidaya cepat berkembang. Semua bagian dari buah jambu mete dapat dimanfaatkan sebagai penghasil sirup, anggur, manisan dan abon mete.

Bijinya jadi kacang mete yang gurih dan lezat, minyaknya yang disebut cashew but shell liquid digunakan sebagai bahan baku industri plastik, cat, bahan anti karat, isolasi listrik dan sebagai bahan campuran hardboard. Disamping itu dapat digunakan sebagai tanaman penghijauan dan untuk rehabilitasi tanah kritis.

Jambu mete dapat tumbuh pada ketinggian 0-700 m dpl. Curah hujan 1000-2000 mm / tahun dengan 4-6 bulan merupaka musim kering berturut–turut dengan curah hujan kurang dari 60 mm/bulan. Kelembaban nisbi 60-89% dan kisaran temperatur 15-35%. Jenis tanah latosol, tanah lempung berpasir-pasir dengan kedalaman cukup (>1-3 m), gembur dan tanpa lapisan cadas.

PEMBIBITAN

Jambu mete dapat ditanam dengan menggunakan biji datau cangkokan, sambungan dan okulasi. Benih yang digunakan harus mempunyai berat jenis > 1, artinya kalau direndam dalam air harus tenggelam.

Benih ini disemaikan terlebih dahulu dalam kantong plastik (polybag) yang telah diisi dengan tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. dalam waktu 15 hari benih akan berkecambah.

PENANAMAN

Setelah bibit berumur 3-4 bulan, maka sudah dapat dipindahkan ke lapangan. Jarak tanam bervariasi tergantung dari cara penanamannya. Kalau penanaman monokultur maka jarak penanaman awal 6 x 6m.

Setelah diperjarang secara bertahap, maka jarak tanam terakhir menjadi 12 x 12m. Jika penanaman secra polikultur, maka jarak tanam dalam barisan 2-5 m, sedang antar barisan 12-16 m yang disesuaikan dengan tanaman selanya.

PEMELIHARAAN

Setiap 1-2 bulan diadakan penyiangan ruput dan gulma di daerah perakaran dalam radius 2 meter. Hama yang biasa menyerang jambu mete ini adalah hama ulat kipat (cricula sp) dan hama pengisap daun dan pucuk (helopeltis).

Pengendalian ulat kipat dapat dilakukan dengan memotong daun dimana ulat kipat hidup berkelompok atau dengan menggunakan insektisida sistemik yang dianjurkan.

PEMUPUKAN

Pemupukan (NPK) dua kali setahun menjelang awal dan akhir musim hujan dengan kisaran dosis 0,25-4 kg/pohon sesuai dengan tingkat perkembangan, pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah.

PANEN

Jambu mete mulai berbuah umur 2 tahun. Mulai berbuah pada musim kemarau dan buahnya baru dapat dipanensetelah 2-3 bulan. Hasil panen bervariasi antara 4-11 kg gelondong per pohon per tahun, tergantung bahan tanaman yang digunakan dan teknik budidaya serata lingkungan tumbuh. Umur produksi jambu mete hingga 50 tahun tetapi secara ekonomis adalah 30 tahun.



Pengolahan Sirup Jmabu mente


Buah semu jambu mete dapat diolah menjadi aneka produk minuman segar, misalnya sari buah, anggur jambu mete, minuman beralkohol, sirup buah, limunade (minuman ber CO2), cuka makanan, selai atau jelly, jam, manisan, acar, lauk pauk (abon, pepesan, sayur), sambal dan lain-lain (Cahyono, 2001). Sedangkan ampasnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak atau kompos.

Sirup buah semu jambu bermanfaat sebagai sajian minuman segar yang cukup mangandung vitamin C . Langkah pembuatan sirup buah jambu mete secara ringkas ditunjukkan dalam diagram alur berikut.

sirup-mete

1. Alat-alat

Alat yang digunakan dalam pembuatan sirup dari buah semu jambu mete antara lain adalah

1.

Pisau tahan karat ( stainless stel )
2.

Telenan
3.

Ember/ baka pencuci
4.

Mesin pres manual/ blender ( mesin penghancur buah)
5.

Saringan atau kain saring kasar
6.

Corong
7.

Kompor gas
8.

Panci (tahan karat )
9.

Gayung
10.

Botol dan tutup
11.

Alat penutup botol ( hand operated )

2. Bahan-Bahan

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sirup buah jambu mete diuraikan sebagai berikut.

1.

Buah. Sebagai bahan utama sirup buah jamu mete adalah bagian buah semu jambu mete. Keadaan buah yang digunakan sebagai bahan bakunya, sangat menentukan pembuatan sirup jambu mete. Buah yang digunakan dalam pembuatan sirup jambu mete harus berada dalam keadaan cukup matang dan segar. Buah semu jambu mete yang dapat digunakan sebagai bahan baku sirup jambu mete adalah :
1.

Buah semu jambu mete sudah tua (warna tua merah dan mengkilat)
2.

Sudah matang (lunak)
3.

Belum mulai membusuk
4.

Bau harum
5.

Tidak cacat fisik ( pecah atau diserang hama)

b. Gula. Gula dipergunakan sebagai pemanis, memiliki peran yang besar pada penampakan dan cita rasa sirup yang dihasilkan. Disamping itu, gula juga bertindak sebagai pengikat komponen flavor. Pemanis yang paling umum digunakan dalam pembuatan sirup yang dalam kehidupan sehari dikenal sebagai gula pasir.

c. Asam Sitrat. Asam sitrat termasuk dalam golongan flavor enhancer atau bahan pemicu rasa. Bahan pemicu rasa merupakan bahan tambahan yang diberikan pada suatu produk pangan untuk memberikan nilai lebih pada rasa, sesuai dengan karateristik produk pangan yang dihasilkan. Biasanya, bahan pemicu rasa hanya ditambahkan dalam jumlah kecil. Asam sitrat sebagai bahan pemicu rasa, banyak digunakan dalam industri, terutama industri makanan karena memiliki tingkat kelarutan yang tinggi, memberikan rasa asam yang enak dan tidak bersifat racun.

Di dalam pembuatan sirup , asam sitrat digunakan untuk mengatur pH, terutama yang menggunakan buah-buahan dengan tingkat keasaman yang rendah sehingga tidak cukup untuk menghasilkan pH seperti yang diinginkan. Penggunaan asam sitrat juga berfungsi untuk memberikan rasa dan aroma yang khas pada sirup, meningkat flavor ( mengimbangi rasa manis), serta memperpanjang umur simpan ( mengawetkan ) sirup tersebut. Umumnya penambahan asam sitrat dilakukan hingga pH sari buah yang dihasilkan mencapai ± 4,5 yaitu pH yang diinginkan untuk sari buah . Namum, sari buah yang telah cukup asam, tidak perlu ditambah asam sitrat.

d. Pewarna. Pewarna ditambahkan ke dalam minuman atau sirup buah karena beberapa alasan, diantranya adalah untuk memperbaiki warna aslinya, untuk memperoleh warna standar, dan untuk menarik konsumen. Pada umumnya, pewarna yang ditambahkan ke dalam sirup adalah berupa pewarna sintetik. Adapun pewarna yang digunakan antara lain adalah sunset yellow FCF, tartrazine dan karamel .

e. Bahan Pengawet. Fungsi utama dari penggunaan bahan pengawet adalah untuk mencegah pertumbuhan mokroorganisme dalam bahan pangan sehingga masa simpan makanan atau minuman dapat diperpanjang. Penggunaan bahan pengawet kimia mempunyai beberap keuntungan, antara lain yaitu makanan atau minuman dapat tetap awet meskipun disimpan pada suhu kamar. Namun apabila sirup buah yang dibuat hanya sedikit dan lansung dikonsumsi, tidak perlu ditambah dengan bahan pengawet. Bahan pengawet yang paling umum digunakan untuk sari buah adalah natrium benzoat. Natrium benzoat memiliki bentuk kristal putih, rasa manis dan kadang-kadang sepet. Garam natium benzoat ini lebih mudah larut dalam air dari pada asam benzoat. Dalam pembuatan sirup buah, natrium benzoat dingunakan dengan dosis antara 0,05 % – 0,1 %. Penggunaan natrium benzoat pada kadar tersebut relatif tidak mempengaruhi rasa dan aroma sirup buah.

f. Bahan Penstabil, merupakan suatu zat dapat berfungsi menstabilkan, mengentalkan atau merekatkan suatu makanan yang campur dengan air, sehingga dapat menbentuk cairan dengan kekentalan yang stabil dan homogen pada waktu yang relatif lama. Adapaun pencegah tersebut dapat dilakukan dengan pemanbahan bahan penstabil yaitu : Gum arab 5 – 10 g /liter, Gelatin 5 – 10 g /liter, Karagenan 5 g /liter, Agar-agar 5 – 10 g /liter.

3. Pengolahan Sirup Buah Jambu Mete

Sirup jambu mete merupakan salah satu jenis minuman segar yang mulai populer di Indonesia yang diperoleh pengepresan buah Buah jambu mete tanpa mengalami fermentasi. Untuk cita rasa yang enak dan harum, biasanya ditambah asam sitrat. Cara pengolahan sirup buah jambu mete adalah :

1.

Buah semu jambu mete yang masak ( 1 kg = 25 – 30 buah ) dicuci dan dipilih yang baik, yang tidak cacat dan masih segar.
2.

Buah dibelah 4 bagian kemudian direndam dalam larutan garam dapur ( NaCl) 2 % selama 24 jam. Larutan garam 2 % dibuat dengan melarutkan 20 gram dapur ( ± 6 sendok teh garam ) dalam 1 liter air.
3.

Buah hasil rendaman diangkat, dicuci dengan air kemudian ditiriskan.
4.

Buah kemudian dikukus selama 20 menit, dan dibiarkan sampai dingin;
5.

Selanjutnya buah dipres ( dikempa) dengan alat pengempa atau jika tidak ada alat pengempa, buah dibungkus dengan kain saring dan diperas dengan tangan sebagian besar terperas keluar;
6.

Cairan sari buah ditampung dalam wadah ( baskom plastik ), ampas sisa perasan digunakan digunakan untuk bahan pembuat abon mete;
7.

Cairan sari buah disaring;
8.

Cairan sari buah ditambahkan serbuk gelatin 2 gram, dipanaskan sepuluh menit sambil diaduk, galatin berfungsi untuk mengikat kotoran halus yang kemudian menggumpal dan diendapkan.
9.

Cairan disaring untuk memisahkan endapan kotoran dari sari buah jernih;
10.

Sari buah jernih ditambahkan gula pasir 650 - 700 gram, serbuk asam sitrat 3 gram ( atau sari buah jeruk nipis 4 butir) dapat ditambah bahan pengawet Natriun benzoat 1 gram. Sari buah dipanaskan sambil diaduk 15 – 20 menit untuk melarutkan gula dan bahan lainnya.

4. Pengemasan

Bahan sebagai pengemas harus tidak menyebabkan kontaminasi dengan sirup buah jambu mente. Bahan yang biasa dipakai sebagai pengemas sirup buah mete adalah botol. Sebelum digunakan, botol harus dibersihkan dahulu, kemudian sirup mente dimasukkan ke dalam botol satu persatu. Terakhir, botol ditutup rapat kemudian siap dilakukan pasturisasi

1.

Pasturisasi

Pasturisasi dilakukan dengan cara dipanaskan pada suhu 60 – 70 ÂșC selama 30 menit. Tujuan dari pasturisasi ini adalah untuk mematikan mikrobia-mikrobia bersifat patogen.

1.

Pelabelan

Setelah dingin, sirup diberi label. Label yang baik seharusnya menginformasikan tentang nama dagang, volume, bahan yang digunakan, bahan tambahan, tanggal kedaluwarsa, ijin depkes, label halal dll.
Suka
Be the first to like this post.
7 Tanggapan ke “Pengolahan Sirup Buah Jambu Mete”
Pengumpan untuk Entri ini Alamat Jejakbalik

1 komentar:

  1. kedepannya tambahin lagi dunk postingannya yg lebih banyak, soalnya aq suka mampir di blok ini..
    hihihhihi.. I like,,:)

    BalasHapus